RSS
Wecome to my Blog, enjoy reading :)

Senin, 12 April 2010

STRUKTUR TUMBUHAN MONOKOTIL & DIKOTIL

A. Judul
Struktur Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

B. Tujuan
Mengidentifikasi ciri tumbuhan dikotil dan monokotil

C. Latar Belakang
Tumbuhan berbiji (spermatophyte) dapat dibedakan dikelompokka menjadi dua, yaitu tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae). Tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae) dikelompokkan lagi menjadi dua, yaitu tumbuhan berkeping satu (monokotil) dan tumbuhan berkeping dua (dikotil). Masing-masing jenis tumbuhan berkeping biji tersebut mempunyai ciri karakteristik yang berbeda-beda, baik secara morfologi maupun anatomi.

D. Telaah Pustaka
Akar dikelompokkan menjadi dua, yaitu akar serabut dan akar tunggang.
1. Akar Serabut
Akar serabut berbentuk seperti serabut. Ukuran akar serabut relatif kecil, tumbuh di pangkal batang, dan besarnya hampir sama. Akar semacam ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Misalnya kelapa, rumput, padi, jagung, dan tumbuhan hasil mencangkok.

2. Akar Tunggang
Akar tunggang adalah akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar utama. Perbedaan antara akar utama dan akar cabang sangat nyata. Jenis akar ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil). Misalnya, kedelai, mangga, jeruk, dan melinjo.


Batang tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu batang berkayu, batang rumput, dan batang basah.
1.Batang berkayu memiliki kambium. Kambium mengalami dua arah pertumbuhan, yaitu ke arah dalam dan ke arah luar. Ke arah dalam, kambium membentuk kayu, sedangkan ke arah luar membentuk kulit. Karena pertumbuhan kambium inilah batang tumbuhan bertambah besar. Contoh tumbuhan yang memiliki batang jenis ini, antara lain, jati, mangga, dan mranti.
2.Tumbuhan batang rumput memiliki ruas-ruas dan umumnya berongga. Batang jenis ini mudah patah dan tumbuhannya tidak sebesar batang berkayu. Misalnya, tanaman padi, jagung, dan rumput.
3.Tumbuhan batang basah memiliki batang yang lunak dan berair. Misalnya, tumbuhan bayam dan patah tulang.


Bagian-bagian daun lengkap terdiri atas tulang daun, helai daun, tangkai daun, dan pelepah daun. Selain itu, daun juga memiliki urat. Urat daun adalah susunan pembuluh pengangkut pada daun. Tumbuhan monokotil memiliki urat daun yang memanjang dari pangkal ke ujung daun secara sejajar. Tumbuhan dikotil memiliki urat daun yang membentuk jaringan. Urat daun tersebut bercabang-cabang hingga menjadi percabangan kecil dan membentuk susunan seperti jaring atau jala.
Bentuk tulang daun juga bermacam-macam, antara lain, menyirip, melengkung, menjari, dan sejajar.
1. Menyirip.
Tulang daun jenis ini memiliki susunan seperti sirip-sirip ikan. Contoh tumbuhan yang memiliki jenis tulang seperti ini adalah tulang daun jambu, mangga, dan rambutan.
2. Melengkung.
Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis melengkung. Misalnya, tulang daun sirih, gadung, dan genjer.
3. Menjari.
Tulang daun menjari bentuknya seperti jari-jari tangan manusia. Misalnya, tulang daun pepaya, jarak, ketela pohon, dan kapas.
4. Sejajar.
Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garis sejajar. Tiaptiap ujung tulang daun menyatu. Misalnya, tulang daun tebu, padi, dan semua jenis rumput-rumputan.
1.Daun tunggal adalah daun yang memiliki satu helai daun di setiap tangkainya.
2.Daun majemuk adalah daun yang memiliki beberapa helai daun di setiap tangkainya

Perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki :
1.Bentuk akar
- Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
- Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
- Monokotil : Melengkung atau sejajar
- Dikotil : Menyirip atau menjari
3. Kaliptrogen / tudung akar
- Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
- Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
4. Jumlah keping biji atau kotiledon
- Monokotil : satu buah keping biji saja
- Dikotil : Ada dua buah keping biji
5. Kandungan akar dan batang
- Monokotil : Tidak terdapat kambium
- Dikotil : Ada kambium
6. Jumlah kelopak bunga
- Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
- Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
7. Pelindung akar dan batang lembaga
- Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza
- Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil
8. Pertumbuhan akar dan batang
- Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
- Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar

E. Hipotesis
Tumbuhan monokotil dan dikotil mempunyai perbedaan ciri baik secara morfologi maupun anatomi.

F. Alat dan bahan

Alat:
1.Pisau/silet
2.Loup
3.Nampan plastik
Bahan:
Tumbuh-tumbuhan di sekitar (jahe, pandan, kunyit, salak, vanili, mangga, mawar belimbing, bunga pukul empat, tomat)


G. Langkah Kerja

1.Mengamati minimal 10 macam tanaman semusin atau tumbuhan semak di lingkungan sekitar.
2.Mengamati sistem perakaran, batang, daun, jumlah perhiasan bunga, dan jumlah keping bijinya.
3.Memasukkan hasil pengamatan ke dalam tabel.

H. Data Hasil Pengamatan


Keterangan:

1. Jahe
2.Pandan
3.Kunyit
4.Salak
5.Vanili
6.Mangga
7.Mawar
8.Belimbing
9.Bunga Pukul Empat
10.Tomat

J. Pembahasan
1.Jahe (Zingiber officinale)
Klasifikasi ilmiah tanaman jahe adalah sebagai berikut:
Kerajaan:Plantae
Filum :Spermatophyta
Kelas :Monocotyledoneae
Ordo :Zingiberales
Familia :Zingibeaceae
Genus :Zingiber
Spesies :Zingiber officinale
Berdasarkan pengamatan terhadap tanaman jahe didapatkan hasil sebagai berikut:
-Jahe memiliki sistem akar serabut. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat.
-Batang tanaman jahe merupakan batang semu yang tumbuh tegak lurus.
-Jahe memiliki daun berbentuk lanset dan lancip. Panjang daun sekitar 15-23 mm.
-Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm.

2.Pandan (Pandanus amaryllifolius)
Klasifikasi ilmiah tanaman pandan wangi adalah sebagai berikut:
Kerajaan: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Pandanales
Famili : Pandanaceae
Genus : Pandanus
Spesies : Pandanus ammaryllifolius
Berdasarkan pengamatan terhadap tanaman pandan wangi didapatkan hasil sebagai berikut:
-Akar pandan termasuk akar tunjang, yang keluar dari pangkal batang dan cabangnya. Akarnya yang besar berfungsi menopang tubuh tumbuhan.
-Batang tumbuhan bulat, pada usia tertentu akan bercabang. Pada batang tersebut menempel daunnya yang wangi itu.
-Daunnya selalu hijau (hijau abadi, evergreen), sehingga beberapa di antaranya dijadikan tanaman hias.
-Tanaman ini tidak pernah dilaporkan berbunga.

3.Kunyit (Curcuma longa)

Klasifikais ilmiah tanaman kunyit adalah sebagai berikut:
Kerajaan: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma longa
Berdasarkan pengamatan terhadap tanaman kunyit didapatkan hasil sebagai berikut:
-Kunyit mempunyai akar serabut yang berwarna coklat muda dan bercabang dalam sudut tepat bagi membentuk himpunan yang padat.
-Tanaman kunyit tidak memiliki batang sejati tetapi hanya berupa pelepah daun yang berperanan sebagai batang palsu.
-Daun kunyit berbentuk lanset dengan ujung daun runcing. Tulang daunnya sejajar dan rapat antara yang satu dengan lainnya (simetris) serta menyerong ke atas (menyirip).
-Bunganya merupakan bunga majemuk yang berambut, bersisik dari pucuk batang semu, dan berwarna putih kekuningan.


4.Salak (Salacca zalacca)

Klasifikasi tanaman salak adalah sebagai berikut:
Kerajaan: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae
Genus : Salacca
Spesies : Salacca zalacca
Berdasarkan pengamatan terhadap tanaman salak didapatkan hasil sebagai berikut:
-Batang tanaman salak berduri, menjalar di bawah atau di atas tanah, membentuk rimpang, sering bercabang.
-Daun salak merupakan daun majemuk dengan tulang daun menyirip.
-Salak memiliki keping biji satu, berwarna coklat hingga kehitaman, dan keras.

5.Vanili (Vanilla planifolia)

Klasifikasi tanaman vanili adalah sebagai berikut:
Kerajaan: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Genus : Vanilla
Spesies : Vanilla planifolia
Berdasarkan pengamatan terhadap tanaman vanili didapatkan hasil sebagai berikut:
-Vanili mempunyai perakaran akar serabut.
-Batang tanaman vanili kira-kira sebesar jari, berwarna hijau, agak lunak, beruas dan berbuku.
-Daun vanili merupakan daun tunggal. Letaknya berselang-seling pada masing-masing buku.
-Rangkaian bunga vanili adalah bunga tandan yang terdiri dari 15-20 bunga
-Bunga vanili terdiri dari 6 daun bunga (3 sepal, 3 petal) yang terletak dalam dua lingkaran.
-Biji vanili berkeping satu, ukurannya kecil-kecil, banyak sekali jumlahnya, berwarna hitam dan berukuran kira-kira 0,2 mm.

Kelima tumbuhan di atas (jahe, salak, kunyit, pandan, vanili) memiliki ciri-ciri berakar serabut, daun berbentuk pita atau lanset, memiliki tulang daun sejajar, berkeping biji satu, dan jumlah perhiasan bunga 3/kelipatannya. Berdasarkan ciri-ciri tersebut maka kelima tumbuhan di atas(jahe, salak, kunyit, pandan, vanili) tergolong tumbuhan monokotil.

6.Mangga (Mangifera indica)
Klasifikasi ilmiah mangga adalah sebgaia berikut:
Kerajaan: Plantae
Filum : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica
Berdasarkan pengamatan terhadap tanaman mangga didapatkan hasil sebagai berikut:
-Mangga memiliki akar tunggang yang bercabang-cabang.
-Mangga merupakan tumbuhan batang berkayu yang tingginya bisa lebih dari 5 m. Tumbuhan batang berkayu memiliki kambium.
-Daun mangga berbentuk jorong dengan pertulangan daun menyirip. Bunga mangga memiliki kelopak bunga yang bertaju 5 dan mahkota yang terdiri atas 5 daun bunga. Bunga mangga berwarna kuning, bertangkai pendek., dan harum. Pada tepi daun mahkota berwarna putih. Pada waktu akan layu, warnanya akan berubah menjadi kemerahan.
-Mangga memiliki dua keping biji yang monoembrional dan ada pula yang poliembrional.

7. Mawar (Rosa damascena)
Mawar adalah tanaman semak dari genus Rosa. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2-5 m. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter.
Klasifikasi ilmiah tanaman mawar adalah sebagai berikut:
Kerajaan: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Famili : Rosaceae
Genus : Rosa L.
Spesies : Rosa damascena
Berdasarkan pengamatan terhadap tanaman mawar didapatkan hasil sebagai berikut:
-Mawar memiliki akar dengan sistem perakaran tunggang.
-Seperti halnya mangga, mawar juga memiliki batang berkayu. Batang berkayu memiliki kambium yang nantinya akan membentuk kayu dan kulit. Akibat pertumbuhan kambium batang akan bertambah besar. Pada batang yang dekat ke tanah terdapat duri.
-Mawar memiliki daun berbentuk lonjong dengan pertulangan daun menyirip. Tepi daunnya beringgit dan ujungnya meruncing. Panjang daunnya antara 5-15 cm. Sebagain besar spesies mawar merontokkan seluruh daunnya dan hanya beberapa spesies yang ada di Asia Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun.
-Bunga mawar terdiri dari 5 helai daun mahkota. Pada Rosa sericea hanya memiliki 4 helai daun mahkota. Warna bunga biasanya putih dan merah jambu atau kuning dan merah pada beberapa spesies.

8. Belimbing (Averrhoa carambola)
Belimbing adalah tanaman penghasil buah berbentuk khas yang berasal dari Indonesia, India, dan Sri Langka. Pohon ini bercabang banyak dan dapat tumbuh hingga mencapai 5 m. Tidak seperti tanaman tropis lainnya, pohon belimbing tidak memerlukan banyak sinar matahari. Penyebaran pohon belimbing sangat luas karena benihnya disebarkan oleh lebah. Klasifikasi ilmiah tanaman belimbing adalah sebagai berikut:
Kerajaan: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : magnoliopsida
Ordo : Oxalidales
Famili : Oxalidacea
Genus : Averrhoa
Spesies : Averrhoa carambola
Berdasarkan pengamatan terhadap tanaman belimbing didapatkan hasil sebagai berikut:
Belimbing mempunyai akar tunggang. Akar ini diperbanyakan secara generatif (biji).
-Batang belimbing merupakan batang berkayu keras yang disebabkan adanya pertumbuhan kambium pada batang belimbing. Batangnya bercabang banyak dengan arah cabang miring ke atas dan mendatar sehingga membentuk pohon yang rindang. Batang belimbing berbentuk silindris, tumbuh tegak, berwarna coklat tua, kulit kayu tipis, permukaan kasar, dan dapat tumbuh hingga mencapai 5 m.
-Belimbing memiliki daun majemuk, bertangkai panjang, berwarna hijau tua, berbentuk bulat telur. Panjangnya sekitar 4 - 6 cm dan lebar 3 - 4 cm, helaian daun tipis, ujung daun meruncing (acuminatus), pangkal daun tumpul (obtusus), tepi daun rata, dan susunan pertulangan menyirip (pinnate). Balimbing tidak memiliki daun penumpu, permukaan atas dan bawah daun halus.
-Bunga belimbing merupakan bunga majemuk. Kelopaknya berbentuk bintang (stellatus), mahkota berwarna merah jingga, panjang mahkota ± 8 mm, dan daun mahkotanya berlekatan (gamopetalus).
-Belimbing memiliki keping biji dua. Bijinya kecil dan berwarna coklat.

9.Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa)


Tanaman bunga pukul empat merupakan herba tahunan yang tingginya 20-80 cm. Tanaman yang berasal dari Amerika Selatan. Tanaman ini tumbuh di dataran rendah yang cukup mendapat sinar matahari maupun di daerah perbukitan. Klasifikasi ilmiah tanaman bunga pukul empat adalah sebagai berikut:
Kerajaan: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Famili : Nyctaginaceae
Genus : Mirabilis
Spesies : Mirabilis jalapa
Berdasarkan pengamatan terhadap tanaman bunga pukul empat didapatkan hasil sebagai berikut:
-Tanaman bunga pukul empat mempunyai akar tunggang. Yaitu akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar utama. Perbedaan antara akar utama dan akar cabang sangat nyata.
-Tanaman bunga pukul empat berbatang basah, yaitu batang yang lunak dan berair. Batangnya tegak, bulat, permukan licin, pada buku tumbuh daun dan cabang, putih.
-Daun tanaman bunga pukul empat merupakan daun tunggal yang berbentuk jantung dan berwarna hijau keputih-putihan. Panjang daun sekitar 2-11 cm, lebar daun 8 mm - 7 cm. Pangkal daunnya membulat, ujungnya meruncing, tepi daun rata dan mempunyai tangkai daun yang panjangnya 6 mm - 6 cm. Pertulangan daun tanaman pukul empat menyirip.
Bunganya berbentuk terompet yang terdapat di ujung batang. Jumlah mahkota bunga 5 dengan panjang 5 cm dan diameter 1-1,5 crn. Warna bunga putih, kuning, dan merah.

10.Tomat (Solanum lycopersicum)
Tomat (Solanum lycopersicum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang. Klasifikasi tanaman tomat adalah sebagi berikut:
Kerajaan : Plantae
(tidak termasuk): Eudicots
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum lycopersicum

Berdasarkan pengamatan terhadap tanaman tomat didapatkan hasil sebagai berikut:
-Perakaran tomat merupakan akar tunggang yang terdiri atas akar utama dan akar-akar lateral yang mengeluarkan serabut-serabut akar. Panjang akar utama berkisar 35 – 50 cm dan akar-akar lateral menyebar sekitar 35 – 45 cm.
-Batang tomat tegak lurus dan kokoh, pada setiap ketiak daun akan tumbuh tunas baru, namun tunas-tunas ini harus dibuang sampai batang utama menghasilkan cabang primer yang membentuk dua batang yang sama besarnya berbentuk huruf “Y”, dan tunas-tunas lateral yang tumbuh pada kedua batang di atas cabang primer juga harus dibuang, sehingga batang yang dipelihara adalah dua batang utama yang tumbuh dari cabang primer.
-Daun berwarna hijau muda yang ditopang oleh tangkai daun dengan tulang daun menyirip.
-Bunga berbentuk seperti terompet (hypocrateriformis), termasuk bunga lengkap (completes) yang terdiri dari kelopak bunga (calyx), mahkota bunga (corrrola), benang sari (stamen), dan putik (pistillum). Benang sari dan putik terletak dalam satu bunga sehingga disebut berkelamin dua (hermaphroditus).
-Tomat berkeping lembaga dua.
Kelima tumbuhan di atas (mangga, mawar, belimbing, bunga pukul empat, tomat) memiliki ciri-ciri berakar tunggang, daun berbentuk bukan pita atau lanset, memiliki tulang daun menyirip atau menjari, berkeping biji dua, dan jumlah perhiasan bunga 4/5/kelipatannya. Berdasarkan ciri-ciri tersebut maka kelima tumbuhan di atas(mangga, mawar, belimbing, bunga pukul empat, tomat) tergolong tumbuhan dikotil.

K. Pertanyaan Diskusi
1.Berdasar data, tumbuhan manakah yang tergolong Monokotil maupun Dikotil?
Monokotil: jahe, pandan, kunyit, salak, vanili.
Dikotil: mangga, mawar, belimbing, bunga pukul empat, tomat.
1.Pada tumbuhan berkeping biji tunggal, ciri-ciri khas lain apakah yang menyertainya (akar, daun, bunga)?
Ciri khas yang menyertai adalah:
-berakar serabut,
-bertulang daun sejajar atau melengkung,
-daun berbentuk pita atau lanset,
-jumlah perhiasan bunga 3/kelipatannya.

2.Pada tumbuhan berkeping biji dua, ciri-ciri khas lain apakah yang menyertainya (akar, daun, bunga)?
Ciri khas yang menyertai adalah:
-berakar tunggang,
-bertulang daun menyirip atau menjari
-daun berbentuk bukan pita atau lanset,
-jumlah perhiasan bunga 4/5/kelipatannya.

3.Coba amati pula (jika belum dijadikan objek pengamatan) pertulangan daun pisang atau cana (Monokotil) dan tumbuhan sirih (Dikotil)!
Pisang dan tumbuhan sirih memiliki pertulangan daun menyirip, yaitu mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung, dan merupakan terusan tangkai daun. Dari ibu tulang tersebut ke samping keluar tulang-tulang cabang yang mirip dengn bentuk sirip ikan.

4Dapatkah ciri pertulangan tersebut dianggap sebagai kekecualian?
Iya, karena menurut kajian literatur, tanaman yang termasuk dalam jenis monokotil mempunyai tulang daun melengkung atau sejajar, namun terdapat pengecualian pada pisang dan tumbuhan sirih yaitu memiliki tulang daun menyirip.

5.Kesimpulan apa yang dapat kamu nyatakan?
Dari pembahasan dan penjabaran tentang tumbuhan monokotil dan dikotil di atas dapat disimpulkan bahwa:
a). Ciri-ciri tumbuhan monokotil:
-Memiliki sistem akar serabut,
-Daun berbentuk pita atau lanset,
-Tulang daun melengkung atau sejajar,
-Memiliki satu buah keping biji,
-Pada batang tidak terdapat kambium,
-Jumlah kelopak bunga 3/kelipatannya,
-Batang tidak bisa berkembang menjadi besar.
b). Ciri-ciri tumbuhan dikotil:
-Memiliki sistem akar tunggang,
-Daun berbentuk bukan pita atau lanset,
-Tulang daun menyirip atau menjari,
-Memiliki dua buah keping biji,
-Pada batang terdapat kambium,
-Jumlah kelopak bunga 4/5/kelipatannya,
-Batang bisa berkembang menjadi besar.

L. Daftar Pustaka
Citrosupomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.
Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: Penertbit ITB.
Muzayyinah. 2008. Terminologi Tumbuhan. Surakarta: UNS Press.
Sunardi, Issirep. 1992. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Yogyakarta: Depdiknas.
Diunduh pada tanggal 14 Maret 2010 dari http://id.crayonpedia.org
Diunduh pada tanggal 14 Maret 2010 dari http://id.answers.yahoo.com
Diunduh pada tanggal 14 Maret 2010 dari http://id.wikipedia.org

4 komentar:

Anonim mengatakan...

komentar aku ya ada suku-sukunya misalnya tumbuhan dikotil:
suku getah-getahan:Euphorbiaceae
suku kacang-kacangan:Papilonaceae
suku terung-terungan:Solanaceae

caroline n dila mengatakan...

thx yo...sngat membantu...

sinau online mengatakan...

terimakasih buat masukannya..

terimakasih juga yang sudah berknjung, semoga bermanfaat :)

eccha sulastri mengatakan...

hemmm,,, aku sebenarnya suka tapi,, nggak ada gambarnya sihh

Poskan Komentar

 
Copyright 2009 sinau online Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Ezwpthemes